RINDU TELUNGKUP di SEPERTIGA malam

puisi agama- rindu sujudSungguh…
Inginku beristiqomah
Sungguh …
Godaan ku tak kuasa
Niat dibibir..
Mubadzir….?????….
Tanpa ada siaga batin
Sungguh…
Selalu kuingin dekat denganmu
Bagaikan dua jari berdempetan
Selalu bersama…
Spanjang masa…

Memang…
Waktu itu lumpuh…..
Semua terbias angan
Menikmati khayalan fatamorgana..
Detik itu..
Sungguh…
Kuingin berintrogasi
Haturkan isi kalbu..
Ditengah kesepian adaptasi…

Gelapnya masa..
Membawa angin salju..
Meresap pori-pori tubuh
Membawaku…
Merasuk kedalam nafsu
Jadikanku tak sadarkn diri..
Sungguh…
Kutahu hitam putihnya masa itu,,,
Lontaran bibir..
Kan kau dengar..
Kan kau jawab…
Walau kadang tak sesuai dgn birahi,,
Tapi…
kaulah yg selalu mengerti…
kaulah yg memahami…
kaulah yg mengasihi…
tapi mengapa ????…
aku lalai…
tuk capai benak dalam hati

sungguh…
aku rindu…
rindu setengah hidupku
haturkan problematika
diiringi nyanyian serangga
disertai melodi alam…
sepoy…sepoy….
hembusan angin Berhembus damai..
Meresap dalam sanubariku

Aku ingin sekali..
Sungguh….sungguh…sungguh….
Aku rindu…
Rindu…rindu….rindu…
Bertelungkup disepertiga malam.

By: Sugeng Siswanto

About Sugeng Siswanto

Anak Biasa... Disaat ada Kesempatan & waktu luang Sekedar berbagi Cerita & apa yang aku ketahui kedalam blogg sederhanan ini. Semoga bermanfaat buat yang udah nyasar kesini. =>Salam Persahabatan. 【ツ】

Posted on April 29, 2013, in Lirik, My Diary, Puisi, Sajak, Sastra. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: