Ketika Ku Terjatuh

Ketika Ku Terjatuh

 puisi renungan

Ketika  ku terjatuh…..

Ku tak sadarkan diri…

Dalam buaian sepi…

Angan melambung tinggi…

Emosi meluap…menuntut keadilan hidup…

Tapi kini kutersadar ….bahwa itu salah…

Seharusnya aku sadar ….

Bahwa hidup ini miliknya…

Semua canda…tangis….tawa…suka…duka….baik…buruk….

Adalah rahasia rencanaNYA..

Aku Tau diriku jauh dari kesempurnaan….

Tp aku jg merasa kalau aku tak begitu durhaka….

Beribu macam jalan yg kutempuh….

Menjalani sisa kehidupan….

dengan nafsu & jg nurani kasih sayangmu….

 kulewati perjalanan ini dengan kekhawatiran dan juga  keyakinan…

Kadang kutersadar… tersungkur malu diatas kain woll lembut  mengharap keredhaanMU…

Dengan tulus aku mengharap belas kasihan dariMU…

Sesekali kuteteskan air mata …ketika nurani ini lelah & nafsu telah mengalah…

 Tapi Kadang aku jg menikmati pekatnya kehinaan…

Terbaur indah…penuh kegirangan…

Menikmati detik-detik yang terasa tiada bosan kulalui….

Bak fatamorghana ditengah harapan sia….

Tak peduli itu suatu dosa…

Aku resapi…

terus kulalui …

terus kujalani dan terus kunikmati….

Saat ini aku tersadar….

Benar-benar tersadar….

Tak tau akan jd komitmen diri…

Ataukah hanya kesadaran ketika ku terjatuh…

Aku tak tau….

Aku tak mengerti…

Aku Sering terkulai muna….

Yang kudambakan ….

Yang ku impikan…

Yang ku idamkan…

Kdang tak sampai dipelupuk mata….

Yang aku janjikan…..

Yang aku Nadzarkan…

Yang aku hentakkan dalam sanubari…

Kdang tak kupenuhi…

Aku pelupa…

Amnesia….

Aku munafik…

Aku hina..

Ya Robbi yang maha pemaaf…

Maafkanlah semua kebodohanku…

Ya Robbi yang maha pengasih..

Kasihanilah jiwa hina ini….

Ya Robbi yang maha Penyayang…

Sayangilah hati lemah ini…..

Setiap hembusan nafas ini berharap selalu ada dijalanMU…

Dekat denganmu…

Menembus kehidupan ini dg keberanian..

Bak pahlawan-pahlawan yang tiada gentar berperang…..

Memegang senjatanya…

Dengan Anugerah ketabahan & keyakinan dariMU…..

Ia yakin ia akan menang…!!!

Kalho toh ia kalah….

Ia jg yakin Tumpahan Darahnya Menjadi saksi perjuangannya…

Nirwana Telah kau bukakan untuknya…

Itulah janjiMU….wahai yg maha menepati janji….

Kini aku tersadar….

Benar-benar sadar dari bekas luka kemarin…

Yang masih tergores  melekat  disampul raga ini….

bagaikan batik penghias rupa….

Semoga menjadi Pengingat ketika diri ini kembali amnesia…  

By: Sugeng Siswanto QurrotaA’yun 

About Sugeng Siswanto

Anak Biasa... Disaat ada Kesempatan & waktu luang Sekedar berbagi Cerita & apa yang aku ketahui kedalam blogg sederhanan ini. Semoga bermanfaat buat yang udah nyasar kesini. =>Salam Persahabatan. 【ツ】

Posted on Mei 17, 2013, in My Diary, Puisi, Sajak, Sastra. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: