BAB. VIII. WAWASAN NUSANTARA

A. Dasar Pemikiran

Kedudukan Manusia di bumi adalah :

1. Sebagai hamba Tuhan, karena  sebagai  ciptaan  Tuhan  yang  paling tinggi

derajadnya (mempunyai  akal, budhi dan nurani), jika  dibandingka dengan

ciptaanTuhan yang lainnya.

2. Sebagai  wakil Tuhan (Khalifatullah) di  bumi  yang  menerima  ananatNya

untuk mengelola, menjaga, melestarikan dan memanfaatkan kekayaan alam

dengan segala isinya

Karena  kedudukannya  itulah  manusia   mempunyai  dua  tatanan  hubungan,

yakni :

1. Secara Horizontal: hubungan antara manusia dengan Tuhan (privat)

2. Secara Vertikal: hubungan  antara  manusia  dengan  manusia (sebagai  ma-

khluk  sosial), antara  manusia  dengan  makhluk lainnya  (hewan,  tumbuh-

tumbuhan dan alam). Dari sini diharapkan akan terjadi hubungan  yang har-

monis,  komprehensif-holistik, sehingga  akan  tercipta   kondisi  ekosistem

yang serasi selaras dan seimbang (simbiose mutualistis).

Bangsa  Indonesia  sebagai  umat  manusia   yang  religius  sudah  seharusnya

dapat berperan aktif sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk Tuhan.

Manusia dalam melaksanakan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak, meliputi

dua bidang, yakni

1. Bidang Universal Filosofis: bersifat transendens  dan idealistis (das sollen)

                  yang berupa:aspirasi bangsa, pedoman hidup dan pandangan hudup bangsa.

Aspirasi bangsa ini menjadi inspirasi dan  dasar wawasan  nusantara bangsa

Indonesia  dalam  kaitannya  dengan  wilayah Nusantara. Misal : tujuan dan

cita-cita negara.*

2. Bidang Sosial Politik: bersifat imanensi dan realistis (das sain),yang  lebih

lebih  nyata  dan bisa  dirasakan dalam  kehidupan, karena bersifat  indrawi

dan fisik (Kesejahteraan, keamanan, ketentraman, keadilan).

Misal: Aturan hukum  dan undang-undang yang  berlaku  dalam  kehidupan

berbangsa dan bernegara sebagai produk sosial-politik.

Sebagai negara kepulauan(nusantara/archipelago serta tipe masyarakatnya

yang majemuk/bhinneka memiliki dua unsur sekaligus, yakni :

1. Unsur Kekuatan, karena negara Indonesia secara geografis  terletak pada

posisi  yang  strategis (posisi  silang  diantara  benua  Asia dan Australia)

dan kaya akan sumber  daya alam  (natural rechources) serta mempunyai

jumlah  penduduk  yang  banyak,  merupakan  sumber daya manusia dan

sumber daya pembangunan yang potensial.

                 2. Unsur Kelemahan, karena wujud  kepulauan dan  kemajukan  masyarakat

yang harus disatukan seperti ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober  1928, se-

bagaimana  sudah  diperjuangkan   dan  dikonsepkan   oleh  para   pendiri

bangsa/negara  (founding  fathers). Puncak  perjuangan  itu  berwujud de-

ngan adanya proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 45.

Dengan banyaknya pulau kalau tak  mampu  mengelola rentan  terhadap pe-

nyusupan orang  asing  dan  separatisme.  Begitu  juga  dengan   kemajukan

 

 

masyarakat, rentan terjadi perpecahan  kalau  tak ada  konsep  yang  mampu

mempersatukan dan diterima oleh semua elemen dan komponen bangsa.

Jumlah penduduk yang banyak distu sisi menguntungkan tersedianya tenaga

kerja, namu disisi  lain  kelemahannya kalau pemerintah tak mampu menye-

diakan  lapangan  kerja akan menjadi masalah sosial, karena akan mencipta-

kan pengangguran. Selain itu jumlah penduduk  yang banyak kalau  tak ber-

pendidikan  juga  bermasalah, karena  tidak  terserap  dalam  pekerjaan yang

membutuhkan   keahlian,  sehingga  pekerjaan  yang  sesuai  hanyalah  kerja

masal/padat karya. *

Salah satu pedoman hidup bangsa Indonesia adalah wawasan nasional yang

berpijak pada wujud wilayah nusantara yang disebut Wawasan Nusantara.

Karena hanya dengan upaya inilah akan menjamin kesatuan   dan  persatuan

wilayah, bangsa  dan segala aspek  kehidupan nasionalnya, sehingga bangsa

Indonesia tetap eksis serta dapat melanjutkan perjuangan untuk menuju cita-

cita  nasional, yakni masyarakat adil, makmur  dan sejahtera (the greatest of

                 number, the greatest of  the  hapinnes: memberikan  kesejahteraan  yang se-

                 besar-besarnya kepada sebagian besar masyarakat/rakyat Indonesia).

           B. Pengertian Wawasan Nusantara

                1. Pengantar :        

a. Setiap  bangsa (Indonesia) mempunyai  Wawasan  Nasional (National Out

                    look) yang merupakan visi bangsa tersebut menuju ke masa depan.

b.Wawasan  Nasional  untuk  menjamin  kelangsungan  hidup  dan  keutuhan

bangsa, wilayahnya serta untuk membangun dan mempertahankan jati diri

bangsa, yang merupakan karakteristik  bangsa  yang membedakan  dengan

bangsa lain.

c.Wawasan Nasional  bangsa  Indonesia  dikenal  dengan  nama Wawasan

                    Nusantara.

                2. Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan  berasal dari  kata Wawas yang berarti : pandangan, tinjauan

atau penglihatan indrawi, yang  kemudian menjadi kata : Mawas, yang

berarti   : memandang , meninjau  atau  cara   melihat.  Sedangkan  arti

     Wawasan adalah : cara pandang, cara tinjau atau cara melihat.

                    Sedangkan  istilah  Nusantara   berasal  dari  kata  Nusa  yang artinya :

pulau-pulau dan Antara  yang  artinya : diapit diantara dua hal. Istilah

Nusantara  dikenal  sejak  jaman  Majapahit  pada  masa  kejayaan  raja

Hayamwuruk dengan patihnya Gajahmada. Kata Nusantara dipakai un-

tuk: menggambarkan  kesatuan  wilayah  perairan  dan gugusan pulau-                        

                    pulau(arhipelago) di Indonesia yang terletak diantara samudra Pasifik

                    dan samudra Indonesia serta diantara benua Asia dan Australia.

                    Secara umum Wawasan  Nasional  adalah  cara pandang  suatu  bangsa

tentang diri dan  lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan

sejarah bangsa itu sesuai dengan posisi  dan  kondisi  geografis  negara-

nya untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya.

Sedangkan Wawasan  Nusantara mempunyai  arti cara pandang bangsa

Indonesia tentang  diri  dan  lingkungannya  berdasarkan  Pancasila dan

UUd 45 serta sesuai dengan  geografis  wilayah  nusantara  yang menji-

wai kehidupan dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya.

Fungsi dan  peran wawasan nusantara  adalah  untuk  membimbing dan

mengarahkan bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan  kehidupannya,

serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan mengisikemerdekaan.

Selain  itu juga diharapkan mampu untuk membina persatuan dan kesa-

tuan bangsa dan negara RI dalam segala aspek kehidupan.

        C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara

            1. Faktor Wilayah (Geografi)

a. Asas Kepulauan (Archipelagic Principle)

Kata   archipelago/archipelagic  berasal   dari   bahasa   Italia   dari  kata

                  archipelagos, dari  asal  kata : archi yang  berarti  penting  dan  terutama

serta dari kata pelagos yang berarti laut atau wilayah lautan.

                  Jadi Archipelago dapat diartikan sebagi wilayah lautan yang terpenting.                

Pada  awalnya  kata  Archipelago  terdapat  di  Naskah  resmi Perjanjian

                  antara Republik Venezza dengan Michael Palaleogus pada tahun 1262.

                  Perjanjian ini menyebutkan bahwa Arc(h)Pelago, yang  maksudnya ada-

lah Auigaius  Pelagos atau  Laut Aigia  yang  dianggap sebagai laut  ter-

                  penting oleh negara-negara  yang bersangkutan. Pengertian ini berkem-

bang  tidak hanya laut Aigia  saja, tetapi juga  laut-laut yang  ada di da-

                  lamnya. Istilah Archipelago  pada  mulanya  berarti  wilayah  lautan de-

                  ngan pulau-pulau di dalamnya.

Namun   dalam  perkembangannya  Archipelago  selalu  diartikan  kepu-

                  lauan/kumpulan pulau-pulau atau gugusan pulau-pulau.

                  Lahirnya asas archipelago  mengandung  pengertian : bahwa pulau-pulau

tersebut selalu dalam kesatuan yang utuh, sedangkan tempat unsur perair-

an sebagai unsur penghubung dan bukan sebagai unsur pemisah.

                  Istilah  Archipelago pertama  kali  digunakan  oleh  John Cawford  dalam

bukunya The History of Indian Archipelago tahun 1820.

              b. Kepulauan Indonesia

                  Bagian wilayah Indiche Archipel yang dikuasai oleh Belanda dinamakan

Nederlandsch Oost Indishe Archipelago, yang kemudian  menjadi wila-

yah negara RI. Banyak untuk sebutan kepulauan bekas jajahan Belanda,

yakni: Hindia Timur, Insulinde (Multatuli), Nusantara (Majapahit),

                  Indonesia, Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie), Nama Indonesia  yang

berarti Kepulauan India. Dalam  bahasa Yunani Indo berarti Indi/Hindia

dan Nesos yang berarti pulau.Jadi Indonesia adalah Pulau India/Hindia.

                   Sebutan Indonesia merupakan ciptaan ilmuwan JR Logan dalam Journal

                   of the indian Archipelago and East Asia (1850). Seorang  ahli hukum Sir

                  W.E Maxwell juga  memakainya dalam  kegemarannya mempelajari Rum

pun  Melayu. Pada tahun1882 dia menerbitkan  buku  penuntun untuk ba-

hasa itu, dengan kata pembukaan memakai istilah Indonesia.

Istilah Indonesia  semakin terkenal  berkat peran Adolf  Bastian (etnolog)

yang menegaskan  arti  kepualauan  ini dalam bukunya:  Indonesien order

                   die Inseln des Malaysichen Archipels (1884-1889).

Pada awal  abad  ke-20  Perhimpuanan  Mahasiswa  Indonesia di  Belanda

menyebut  diri  dengan  Perhimpunan  Indonesia,  yang   kemudian  diikuti

Sumpah  Pemuda   pada  tanggal 28  Oktober  1928  dengan  menggunakan

istilah  Indonesia untuk: tanah  air, bangsa   dan  bahasa   untuk  mengganti

sebutan Nederlandsch Ooust Indie.

Sejak proklamasi kemerdekaan  pada tanggal 17 Agustus  1945 kata/istilah

                   Indonesia  telah   resmi (legal formal)  menjadi  nama  negara  dan  bangsa

Indonesia sampai sekarang.

C. Konsepsi Wilayah Lautan

Dalam   perkembangannya  hukum  laut  International  dikenal   beberapa 

                   konsepsi mengenai pemilikan dan penggunaan wilayah laut, yakni :

1). Res Nullius, yang menyatakan bahwa laut itu tidak ada yang memiliki-

nya.

                    2). Res Cimmunis, yang menyatakan bahwa  laut itu dalah  milik masyara-

kat dunia, karena itu tidak dapat dimiliki oleh  masing-masing negara.

3). Mare Liberum, yang menyatakan bahwa wilayah laut adalah  bebas un-

                         tuk semua bangsa.

4). Mare Clausum (The  Right  and  Domonion  of  the  Sea) hanya  laut se-

panjang pantai saja yang dapat  dimiliki oleh suatu negara  sejauh yang

dapat dikuasai dari darat (waktu itu kira-kira sejauh 3 mil).

                    5). Archipelagic  State  Principle (Asas  negara Kepulauan) yang menjadi

dasar adalah Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

                         Saat ini Konvensi  PBB tentang  Hukum Law (United  Nation  Conven-                

                          tion the Law of the Sea-UNCLOS) mengakui adanya tertib hukum laut

dan samudra yang  dapat memudahkan  komunikasi  internasional dan

memajukan penggunaan laut yang damai.

Selain itu juga  ada  keinginan  untuk  mendayagunakan  sumber  daya

dan kekayaan  laut secara  adil dan efisien, konservasi dan  pengkajian

sumber kekayaan hayati serta perlindungan dan pelestarian lingkungan

laut.

                          Sesuai dengan  Hukum Laut  International, secara  garis  besar  negara

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki Laut teritorial,Perairan

                          Pedalaman, Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan LandasKontinen.

 

 

                           Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1). Negara  Kepulauan  adalah  negara  yang  seluruhnya  terdiri   dari

satu atau lebih kepulauan dan dapat  mencakup  pulau-pulau  lain-

nya. Sedangkan yang  dimaksud kepulauan adalah suatu  gugusan

pulau, termasuk bagian pulau yang terdiri dari:perairan dan wujud

alamiah, antara satu  dengan yang l ainnya mempunyai  hubungan

yang erat dan merupakan satu kesatuan yang  hakiki diantara

geografi, ekonomi dan politik.

2). Laut Teritorial adalah  satu wilayah laut yang lebarnya tidak mele-

bihi 12 mil laut  diukur  dari garis   pangkal,  yakni garis  air surut

terendah sepanjang pantai, seperti  terlihat pada peta laut skala be-

sar berupa garis yang menghubungkan titik  terluar dari dua pulau

dengan  batas-batas tertentu sesuai dengan konvensi ini.

3). Perairan Pedalaman adalah  wilayah sebelah  dalam daratan  atau

sebelah kanan dari garis pangkal.

4). Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah  zona  tidak boleh melebihi

dari 200 mil laut dari  garis  pangkal. Di dalam  ZEE  negara yang

bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk  keperluan  eksplo-

rasi,  eksploitasi,  konservasi  dan  pengelolaan  sumber  kekayaan

alam hayati dari perairan.

5). Landas Kontinen suatu  negara berpantai  meliputi dasar laut  dan

tanah di  bawahnya  yang  terletak di luar laut teritorialnya, sepan-

jang merupakan kelanjutan alamiah wilayah daratannya.

Jaraknya 200 mil laut dari garis pangkal atau lebih dari itu dengan

tidak boleh melebihi 100 mil batas kedalaman dasar laut 2500 m.

d. Karakteristik Wilayah Nusantara

Nusantara berarti Kepulauan Indonesia yang terletak diantara: Benua Asia

                   dan Benua Australia  dan diantara Samudra Indonesia dan Samudra Pasi-

fik. Kepulauan Indonesia terdiri dari 17.508 pulau besar maupun kecil.

Pulau yang sudah  memiliki nama  berjumlah 6.044. Kepulauan  Indonesia

terletak pada batas-batas astronomi :

Utara        : ± 6º 08’   LU

Selatan     : ± 11º 15’ LS

Barat        : ± 94º 45º 45’ BT

Timur       : ± 141º 05’     BT

Jarak  antara  Utara – Selatan ± 1.888 km,  sedangkan  jarak  antara  Barat –

Timur sekitar 5.110 km. Bila diproyeksikan dengan peta Benua Eropa jarak

Barat-Timur sama dengan jarak antara London (Inggris) – Ankara (Turki).

Bila  diproyeksikan  dengan  peta  Amerika  Serikat  jaraknya  antara Pantai

Barat sampai Pantai Timur Amerika Serikat.

Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5.193.250 km2, yang terdiri dari

daratan seluas 2.027.087 km2 dan perairan 3.166.163 km2.

Luas wilayah  Indonesia terbesar, jika dibandingkan dengan  negara-negara

Asia  Tenggara  dan  jika  dibandingkan  negara-negara  dunia  luas daratan

Indonesia menempati urutan yang ke 14.

2. GEOPOLITIK DAN STRATEGI

A. GEOPOLITIK

1).  Pengertian Geopolitik

Istilah  Geopolitik   semula  diartikan oleh  Frederich  Ratzel (1884-1904)

               sebagai Ilmu Bumi Politik (Political Geography).                                 

Istilah itu kemudian  diperluas  dan  dikembangkan  oleh : Rudolf Kjellen

                (Sarjana Ilmu Politik  Swedia 1864-1922)  dan  Karl  Haushofer  Jerman 

                1869-1964) menjadi Geographical Politic  = Geopolitik).

Perbedaannya  dari  dua  istilah :  Ilmu  Bumi Politik (Political Geograhy)

dengan Geograpical Politic (Geopolitik) terletak  pada perspektif  dan  te-

kanannya,  apakah  bidang  politik  atau  geografinya. Ilmu  Bumi  Politik 

                Ratzel melihat/mempelajari fenomena  geografi dari aspek  politik, sedang-

kan  Geopolitik Kjellen  dan Houshofer mempelajari fenomena politik dari

                aspek geografi.

Geopolitik  memaparkan dasar  pertimbangan dalam nenentukan kebijakan

nasional untuk  mencapai  tujuan  tertentu (misal ketahanan nasional).

Prinsip-prinsip  geopolitik  menjadi  perkembangan  suatu  wawasan nasi-

onal. Pengertian  geopolitik mulai  berkembang  sejak  abad  XIX-XX  se-

bagai: ilmu penyelenggaraan  negara  yang setiap kebijaksanaannya selalu

dikaitkan  dengan  problematik geografi   wilayah  yang   menjadi  tempat

tinggal suatu bangsa.

2). Pandangan Ratzel dan Kjellen

Pandangan  Ratzel  dalam  kajian  Geografi  Politik, bahwa negara adalah

               mirip  dengan suatu  organisme (makhluk hidup). Dia memandang  negara

dari  sudut konsep  ruang  hidup (lebensraum). Negara  adalah ruang yang

ditempati oleh sekelompok  masyarakat  politik  (bangsa). Bangsa  dan ne-

gara terikat oleh hukum alam. Jika bangsa dan negara ingin tetap eksis dan

berkembang, maka  harus  diberlakukan hukum  ekspansi (pemekaran

wilayah, coba  ingat  kembali Teori Evolusi Darwin dalam bukunya « Ori-

ginal of  species »,  srategi  makhluk  hidup  untuk  memepertahankan  diri

supaya  tetap  eksis/the  survival  of  fittest, harus  melakukan  antara  lain :

evolusi,  mencari/menduduki   daerah  lain (ekspansi, imperialisasi dan ko-

lonilaisasi). Sedang Kjellen  berpendapat  bahwa negara adalah organanis-

me yang harus memiliki intelektual, negara merupakan sistem politik yang

mencakup : geopolitik, ekonomi  politik, kratopolitik dan sosiopolitik.

Dia juga setuju dengan paham Ekspansionis dalam rangka untuk memper-

tahankan dan mengembangkan negara, dengan langkah strategis sekaligus

untuk  memperkuat  negara, dengan dimulainya  membangun kekuatan da-

ratan  (kontinental) dan diikuti dengan  membangun  kekuatan maritim/ba-

hari/kelautan. Seperti  pendapat negara-negara  penganut  paham ekspansi-

onisme : suatu negara jika menguasai daratan  dia  akan  menguasai  dunia

(Jerman), suatu  negara  jika  menguasai  lautan dia akan menguasai  dunia

(Inggris), jika  suatu  negara  menguasai  udara dia  akan menguasai  dunia

(Amerika Serikat).

Mereka  mengajukan  paham  ekspansionisme, yang kemudian melahirkan

ajaran adu kekuatan (Power Politics/Theory of Power).

3. Pandangan Haushofer

Pandangan dan  pemikiran  Haushofer  mewarnai  geopolitik  Nazi  Jerman

(Hittler). Selain  berisi  paham ekspasionisme Haushofer juga mengandung

              paling unggul(Duetch  ubber  alles/Ubber mench: F. Nietsche). Pandangan

ini  juga  berkembang  di Jepang, yakni ajaran Hako Ichiu, Boshido, Kami-

              kaze yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme yang tinggi.

Fasisme  juga  dianut  negara  Turki  yang  dipimpin oleh  presiden Benicto

Mussolini.

Pokok-Pokok Pemikiran Haushofer, yakni :

a). Suatu  bangsa  bisa  mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak ter-

lepas  dari  hukum  alam (natural selection). Hanya bangsa yang unggul

(berkualitas) sajalah yang  mapu bertahan hidup (survival of fittes, coba

ingat  kembali  teori  evolusi  Charles Darwin: seleksi , evolusi, kompe-

tisi dan ekspansi  yang terus  berkembang  dan menjurus kearah  diskri-

minasi   rasialis,  chauvinistik ,  zenobhis,  gnozidais,  apartheid  dan  di

Australia disebut dengan « White Policy », di Amerika black and white.

b). Kekuasaan/imperium   daratan  yang   kompak  akan   dapat   mengejar

kekuasaan imperium maritim untuk menguasai pengawasan lautan.

c). Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa

, Afrika  dan  Asia  Barat, yakni Jerman  dan  Italia. Sementara  Jepang

akan menguasai Timur Raya.

d). Geopolitik dirumuskan sebagai perbatasan ruang hidup bangsa dengan

kekuasaan ekonomi dan sosial yang  rasial  mengharuskan  pembagian

baru  dalam  kekayaan  dunia. Geopolitik  adalah landasan ilmiah bagi

tindakan  politik  untuk  memperjuangkan  kelangsungan  hidup untuk

mendapatkan ruangb hidupnya .

Berdasarkan teori  yang bersifat ekspansionisme, wilayah dunia dibagi

– bagi  menjadi region-region yang akan dikuasai oleh  bangaa-bangsa

yang  unggul (dalam  segala  aspek), seperti  Amerika, Jerman, Rusia ,

Inggris, Jepang, yang kemudian terkelnal sebagai negara-negara

Industri/G.8.

4. Geopolitik Bangsa Indonesia

Pandangan  Geopolitik  Bangsa Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Ke-

tuhanan dan Kemanusiaan yang luhur dengan jelas dan tegas tertuang  di

dalam Pembukaan UUD 45. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang  cinta

damai,  cinta  kemerdekaan.  Bangsa  Indonesia  menolak  segala  bentuk

pejajajahan,karena penjajahan tidak sesuai dengan peri keadilan dan peri-

kemanusiaan (alinea I Pembukaan UUD 45).

Bangsa Indonesia menolak rasialisme, karena  berpijak  pada  paham  ke-

bangsaan (nasionalisme), dengan  menolak  paham  chauvinisme. Bangsa

Indonesia  adalah bangsa yang terbuka, mau kerjasama, tolong menolong

antara bangsa lain  dan saling menguntungkan. Semua  dalam rangka ikut

mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia yang abadi.

B. GEOSTRATEGI

Geostrategi berasal dari dua kata, yakni Geo= alam, bumi, sedangkan strategi

adalah : politik dalam pelaksanaan, yakni upaya bagaimana  mencapai tujuan

dan sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik.

Karena strategi merupakan upaya  pelaksanaan, maka   strategi pada hakekat-

nya merupakan suatu seni/cara yang implementasinya  didasarkan  atas intui-

si, perasaan dan hasil pengalaman.

Strategi merupakan ilmu yang  langkah-langkahnya  selalu  berkaitan dengan

data dan fakta yang ada. Seni  dan  ilmu digunakan sekaligus untuk membina

dan mengelola sumber daya yang dimiliki dalam suatu rencana dan tindakan.

Pertimbangan  geostrategis  untuk Indonesia yang berada dalam posisi silang

Dilihat dari  dari  berbagai  aspek, geografi, demografi  maupun  dari  aspek :

IPOLEKSOSBUDHANKAM.

1). Geografis ; terletak  diantara dua  benua Asia dan Australia, serta diantara

samudra  Pasifik  dan  Samudra Hindia. (apa keuntungan dan kelemahan-

nya).

2). Demografi Penduduk Indonesia berada penduduk yang jarang di selatan

(Australia) dan penduduk yang padat penduduknya (RRC dan Jepang).

Sebutkan kelelebihan dan kelemahan dalam segala aspek kehidupan).

3). Ideologi : Indonesia  Pancasila  berada  diantara  ideologi Liberalisme

(Australia) dan Komunisme (RRC, Vietnam dan Korea Utara).

4). Politik : Indonesia demokrasi Pancasila berada dinatara demokrasi liberal

dan demokrasi rakyat (demokrasi proletar/diktator).

5). Ekonomi  :  terletak  diantara  ekonomi  kapitalis (selatan) dan  sosialis/

komunis (utara).

6). Sosial : Indonesia  terletak  diantara  masyarakat  individulis /liberalisme

(Selatan) dan masyarakat sosialis (utara).

7). Budaya: Budaya Indonesia terletak diantara budaya barat dan budaya Timur.

8). Hankam: geopolitik dan geostrategi hankam Indonesia terletak diantara wa-

wasan  kekuatan  maritim  (Selatan)  dan  wawasan  kekuatan  kontinental/

daratan (Utara).

 

3. Perkembangan Wilayah Indonesia dengan Dasar Hukumnya

a. Sejak tanggal 17-8-1945 – 13-12-1957

Wilayah RI ketika merdeka meliputi semua wilayah bekas jajahan

Belanda  berdasarkan  ketentuan Teritoriale  Zee en  Maritim  Krigen

Ordonantie (1939) tentang batas wilayah laut teritorial Indonesia.

Ordonansi tersebut  menetapkan  batas  wilayah  laut  teritorial  sejauh  3

Mil dari garis pantai surut  dengan asas  pulau demi pulau secara terisah-

pisah.

b.  Deklarasai Juanda (13-12-57-17-2-69)

Tanggal 17 Desember 1957 dikeluarkan Deklarasi Juanda sebagai peng-

ganti Ordonasi tahun 1939 dengan tujuan adalah sebagain berikut :

1). Perwujudan bentuk wilayah NKRI yang utuh dan bulat.

2). Penentuan batas-batas wilayah Negara Indonesia disesuaikan  dengan

asas hukum negara kepulauan  (Archipelagic State Princiles).

3). Pengaturan  lalulintas  damai  pelayaran yang lebih menjamin kesela-

matan dan keamanan NKRI.

Asas kepulauan mengikuti ketentuanYurisprudensi Makamah International

tahun 1951 ketika menyelesaikan kasus perbatasan antara Inggris dan Nor-

wegia. Berdasarkan asas kepulauan nusantara termasuk perairan yang utuh

dan bulat (Point to point the ory untuk menentukan garis dasar titik terluar

dari pulau-pulau terluar).

Untuk mengatur lalu lintas perairan dikeluarkan PP No. 8 tahun 1962 ten-

tang lalun lintas damai perairan pedalaman Indonesia(intrnal waters) yang

meliputi:

a). semua pelayaran dari laut bebas kesatu pelabuhan Indonesia,

b). semua pelayaran dari pelabuhan Indonesia ke laut bebes dan

c). semua pelayaran dari indonesia ke laut bebas dengan melintas perairan

Indonesia.

About Sugeng Siswanto

Anak Biasa... Disaat ada Kesempatan & waktu luang Sekedar berbagi Cerita & apa yang aku ketahui kedalam blogg sederhanan ini. Semoga bermanfaat buat yang udah nyasar kesini. =>Salam Persahabatan. 【ツ】

Posted on September 14, 2012, in kewarganegaraan, kuliah, polites, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: