MATERI AJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

BAB. I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

Keberadaan  Mata Kuliah  Pendidikan  Kewarganegaraan dalam tatanan

Kurikulum Pendidikan Tinggi dan SISDIKNAS untuk mengganti mata kuliah

Kewiraan pada masa era Orde Baru yang sering dianggap berbau militeristik.

Untuk itu agar  anggapan  itu  diluruskan, maka  perlu adanya  reorientasi dan

restrukturisasi materi  kurikulum  mata  kuliah Pendidikan  Kewarganegaraan

untuk Pendidikan Tinggi yang sesuai dengan tuntutan dinamika reformasi.

Adapun tujuan pembelajaran  mata  kuliahPendidikan Kewarganegaraan, agar

mahasiswa mampu memahami serta untuk menumbuhkan :

-          Kesadaran berbangsaan dan bernegara

-          Hak dan kewajiban sebagai warganegara

-          Hak Asasi Manusia (HAM)                                                                 

-          Wawasan Nusantara

-          Demokrasi dan Ipoleksosbudhankam

-          Lingkungan hidup dan demografi (kependudukan)                                                                                                                      

-          Kesadaran akan Ketahanan Nasional

-          Nasionalisme, bela negara (heroisme) dan patriotisme

B. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

           1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Dalam UU No. 2 Tahun  1989  tentang  SISDIKNAS, Pasal 39  ayat (2)

                 dinyatakan  bahwa : disetiap  jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib me-                           

                 muat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan

                 Agama.

Adapun materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah tentang hu-

bungan antara warganegara dengan  negara  serta  Pendidikan Pendahuluan             

                 Bela Negara  (PPBN:vide Ps26  dan Ps 30 UUD 45) bagi  semua  wargane-

gara yang berdasar undang-undang  jo  Keputusan  Menteri  Pendidikan dan

Kebudayaan  No. 056/U//1994  tentang  Pedoman  Penyusunan  Kurikiulum

Pendidikan Tinggi dan  Penilaian  Hasil  Belajar  Mahasiswa  jo  Keputusan

DIRJEN  DIKTI   No.  267/DIKTI/2000   yang   menyatakan , bahwa  Mata

Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan  merupakan  Kelompok  Mata  Kuliah

Pengembangan  Kepribadian (MKPK).

Yang dimaksudkan Mata  Kuliah  Pengembangan  Kepribadian, yakni  mata

kuliah yang diharapkan mampu  memberi  bekal untuk mengembangkan ke-

pribadian/karakter mahasiswa dalam  bidang  moralitas/etika, agama, huma-

niora,  nasionalisme, patriotisme  maupun heroisme, baik dalam ranah kehi-

dupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara (nasional) maupun tata kehi-

dupan  internasional. Dalam  mata kuliah ini lebih menekankan pada aplika-

sinya/prakteknya. Misal: prilaku jujur, bela negara bukan hanya sebagai life

                 service dansekedar wacana saja, yang lebih penting menyatu dalam prilaku

sehari-hari.

 2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan                                                                

             a. Tujuan Umum

Memberikan  pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa

mengenai hubungan  antara warga  negara dengan negara, Pendidikan Pen-

                   dahuluan Bela Negara (PPBN), serta pendidikan selanjutnya adalah Wajib 

Militer (Wamil) untuk semua  warga  negara  berdasarkan undang-undang

yang berlaku sebagai partisipasi dan keikutsertaan dalam  pertahanan sipil

(hansip) dan  sishankamrata (sistem keamanan rakyat semesta).

            b. Tujuan Khusus :

1. Agar mahasiswa   memahami  berbagai  masalah  dalam  peri kehidupan

bermasyarakat,  berbangsa  dan  bernegara, serta  mampu  mengatasinya

segala persoalan  dengan  analisa  kritis, komprehensif  serta berani ber-

tanggung  jawab  berdasarkan  Pancasila, UUD 45, Wawasan  Nusantara

dan Ketahanan Nasional.

2. Agar mahasiswa mempunyai sikap dan prilaku yang sesuai  dengan nilai-

nilai kejuangan, cinta  tanah air  serta berani dan  rela berkorban demi ke-

pentingan bangsa dan negara Indonesia.

C. Landasan Pendidikan Kewarganegaraan                

1. Landasan Ilmiah (Keilmuan)

Dasar Pemikiran

Setiap warga negara dituntut untuk hidup berguna dan bermakna bagi

negara dan bangsanya, serta mampu   mengantisipasi  dalam  segala bentuk

perubahan dan  perkembangan  jaman  demi masa depan bangsa dengan se-

gala kemampuan  yang  dimiliki, seperti  bunyi bait  puisi Krawang  Bekasi

                  karya  Chairil  Anwar,  yang  tertulis  di  tembok  depan  Monumen   Jogya

Kembali yakni: kami sudah  coba beri  apa  yang  kami  punya  dan  sudah

                  coba berbuat  apa   yang  kami bisa, tapi  kerja belum  selesai, belum  bisa

                  memperhitungkan 4-5 ribu  nyawa ( Monumen  Jogya Kembali).

Juga  sesuai dengan adagium John F. Kennedy ” jangan bertanya pada ne-

                  gara,  negara  telah  memberikan  apa  padamu, tetapi  bertanyalah  pada

                  dirimu sendiri apa yang telah kau berikan pada negara                       

Di Jawa filosofi rasa memiliki dan rasa rela berkorban (rumangsa handar-

                  beni lan melu  hangungkrebi) di jelaskan oleh Sri Mangkunegara ke IV da-

lam bukunya Tripama. (uraikan sinopsisnya).

 Sebagai perbandingan diberbagai negara juga diajarkan Pendidikan Umum/

Dasar (General Education/Humanities), diantaranya di :

                 1. Amerika Serikat: history, humanity, dan Philosophy.

2. Jepang: Japanese History, Ethics and Philisophy

3. Filipina: Philipino, Family Planing, Study of Human Right

Selain itu juga diajarkan materi Pendidikan Kewarganegaraan (Civics Edu-                      

                 cation)                                                                                                  

2. Landasan Hukum (Yuridis)

a. UUD 45

1. Pebukaan UUD 45, alinea ke dua dan ke empat  yang memuat cita-cita

dan tujuan serta aspirasi  bangsa Indonesia tentang kemerdekaannya.

2. Pasal  27 ayat (1) menyatakan bahwa, Segala  warga negara bersama- 

                         an kedudukannya  di  dalam  hukum (equality  before  the law) dan pe- 

                         merintah wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak

                         ada  kecualinya), serta  ayat (3) yang  bunyinya: Setiap  warga negara

                         berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.  

                     3. Pasal 30 ayat (1)  menyatakan  bahwa, tiap-tiap  warga  negara berhak

                         dan wajib dalam usaha pembelaan negara.

                 b. Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok

Pertahanan Keamanan Negara RI .

c. Ketetapan MPR No. II/MPR/1999 tentang GBHN

d. Ketetapan MPR No VII/MPR/2001  yang dinyatakan masih  berlaku ter-

terdapat visi masa depan. Dalam visi masa depan tersebut karakter bang-

sa yang diidealkan adalah: terwujudnya  bangsa  yang  religius,  manusi-

                      wi, adil,bersatu, demokratis, sejahtera,  maju, mandiri,  baik  dan  bersih

                      dalam penyelengggaraan negara (good gouverment).

Bangsa atau masyarakat yang demikian merupakan ciri dari masyarakat

                      madhani (civil soceity/demokrasi modern/masyarakat yang penuh kese-                        

                      taraan)) di Indonesia (Handam Mansoer; 2005).

About these ads

About Sugeng Siswanto

Anak Biasa... Disaat ada Kesempatan & waktu luang Sekedar berbagi Cerita & apa yang aku ketahui kedalam blogg sederhanan ini. Semoga bermanfaat buat yang udah nyasar kesini. =>Salam Persahabatan. 【ツ】

Posted on September 14, 2012, in kewarganegaraan, kuliah, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 410 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: